Jumat, 27 April 2012

Syarat Klaim Asuransi Prudential

Syarat Klaim Asuransi Prudential

PRUmed (Rawat Inap min 2x24 jam, kecuali karena Kecelakaan)
• Isi Formulir Klaim PRUmed dan ditandatangani Pemegang Polis
• Surat Keterangan Dokter diisi lengkap dan jelas oleh Dokter
• Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan laporan pemeriksaan radiologi (jika ada)
• Kuitansi asli berikut rinciannya atau fotokopi kuitansi yang dilegalisir dari Rumah Sakit

PRU H&S (Apabila dirawat di bukan Rumah Sakit Rekanan)
• Isi Formulir Klaim PRUhospital&surgical
• Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium/radiologi/resume medis
• Surat Keterangan Dokter untuk Klaim Rawat Inap yang diisi lengkap dan jelas oleh Dokter
• Kuitansi Asli berikut rinciannva
• Surat Koordinasi manfaat dari perusahaan asuransi lain dan salinan kuitansi beserta rinciannya (apabila klaim di asuransi lain juga)
• Surat Berita Acara Kepolisian (asli) apabila melibatkan pihak Kepolisian
• Polis (asli) apabila klaim mengakibatkan Polis berakhir;
• Formulir Klaim Kondisi Kritis yang telah diisi dengan lengkap dan jelas oleh Pemegang Polis / Tertanggung, serta ditandatangani Pemegang Polis dimana tanda tangan Pemegang Polis sesuai tanda tangan pada SPAJ;
• Surat Keterangan Dokter untuk Klaim Kondisi Kritis yang sesuai dengan jenis Kondisi Kritis yang diderita oleh

Tertanggung; B-* Catalan medis / Resume medis Tertanggung apabila diminta oleh Perusahaan;
• Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
• Polis Asli (jika Tertanggung meninggal);
• Formulir Klaim Meninggal karena Kecelakaan yang telah diisi lengkap dan jelas oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat serta ditandatangani oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat sesuai tanda langan pada SPAJ. Apabila Tertanggung mengalami kecelakaan, namun tidak meninggal maka Formulir yang digunakan adalah Formulir untuk klaim PRUpersonal accident death and disablement;
• Surat Keterangan Dokter Klaim Meninggal karena Kecelakaan;
• Resume Medis dari dokter yang pernah merawat;
• Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium & laporan pemeriksaan radiologi;
• Sural Berila Acara Kepolisian Asli unluk kasus yang melibatkan pihak kepolisian;
• Polis Asli;
• Formulir Klaim Cacat Total dan Tetap yang telah diisi lengkap dan jelas oleh Pemegang Polis/Tertanggung, serta ditandatangani Pemegang Polis dimana tanda tangan Pemegang Polis sesuai tanda tangan pada SPAJ;
• Surat Keterangan Dokter Klaim Cacat Total dan Tetap (TPD) yang telah diisi lengkap dan jelas oleh Dokter,
• Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan laporan pemeriksaan radiologi (jika ada);
• Surat Berita Acara Kepolisian Asli untuk cacat yang disebabkan oleh kecelakaan dan melibatkan pihak kepolisian
• Polis Asfi;

> Formulir Klaim Meninggal yang ditandatangani oleh Pemegang Polis atau |i« Penerima Manfaat sesuai tanda tangan pada SPAJ;
• Surat Keterangan Dokter Klaim Meninggal;
• Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium & laporan pemeriksaan radiologi;
• Fotokopi Kartu Identitas Diri / bukti kenal diri dari Penerima Manfaat;
• Surat Keterangan Meninggal dari dokter / rumah sakit; «Surat Keterangan Meninggal dari pemerintah setempat;
• Fotokopi Surat Perubahan Nama Tertanggung & Penerima Manfaat (jika ada);
• Surat Keterangan Kepolisian (BAP) asli jika Tertanggung meninggal karena kecelakaan,
• Surat Kuasa apabila penerima manfaat lebih dari 1 (satu)

4 komentar:

  1. Mau tanya, apakah ada perbedaan hasil claim antara menggunakan kuitansi resmi dan kuitansi fotokopi?

    BalasHapus
  2. Foto copy / asli tergantung permintaan perusahaan asuransi,berdasarkan manfaat kesehatan yg di ambil nasabah .. Contoh kasus : utk produk pudential hospital& surgical wajib dokumen asli...utk prumed cukup fotokopy yg di legalisir

    BalasHapus
  3. brapa lama waktu yang proses setelah di aprove untuk SPAJ sampai dengan pencairan, thanks

    BalasHapus
  4. Hati-hati dengan orang ini (Zulkhaery Basrul). Sudah banyak orang ditipu.
    Silahkan cek http://suarapojokbuku.blogspot.com .
    Semua testimoni bisa dicek.

    “Saya juga termasuk korban saudara yang terhormat Zulkhaery. ”

    Untuk diketahui, saya posisi di Pekanbaru, dia di Jakarta. Beberapa pekerjaan yang saya berikan tidak rampung dikerjakan, akhirnya saya yang diuber-uber konsumen di Pekanbaru.

    Kalau dia di Pekanbaru, sudah pasti saya Polisi-kan. Karena dia di Jakarta makanya males saya ngurusin. Tapi sakit hati ini bener2 kesumat. Demi Allah, serupiah pun saya tidak memakan hak dia, bahkan beberapa kesempatan hak dia saya dahulukan karena dia yang mengerjakan website.

    Kenyataannya, setelah uang ditransfer, bahkan konsumen sampai bayar beberapa kali, berbulan-bulan website tidak bisa dikerjakan dan mulai susah dihubungi. Setelah menunggu sekian bulan (kurang lebih 6 bulan), baru dia ngabari kalau uang konsumen pulangkan saja. Sedangkan jatah dia dan jatah saya sudah dibagi habis, tentu uang yang sudah berbulan-bulan itu telah habis pula, dengan seenaknya dia membatalkan sepihak dengan pembuat website.

    Terakhir karena jauh, saya sampai bersumpah kepada dia tentang akibat dari perbuatan dia (Zulkhaery Basrul), tentu dia saya kira masih ingat apa sumpah saya itu, dan sekarang insyallah Tuhan tunjukkan keburukan dia. Memang kerugian total saya tidak terlalu besar (<10jt), tapi sakit hati saya itu lebih dari itu, dimaki-maki dan diancam konsumen akibat perbuatan Zulkhaery.

    Sebenarnya saya sudah malas membahas ini, toh dia sudah dapat akibat dari perbuatan dia (walaupun belum terlalu parah) dan saya juga telah mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik. Tapi tak bisa dipungkiri, rasa sakit hati dan dendam ini masih berbekas di hati.

    Saya utarakan ini agar dapat disebarkan, agar tidak bertambah pula korban penipuan dia.

    Cari duit dengan cara bener aja asik kok, ini malah sukanya bikin runyam kehidupan.

    Taubatlah saudaraku Zulkhaery Basrul, hasil kelakukanmu yang bikin orang sakit hati itu dimakan oleh anak istrimu, kasihan liat keluargamu yang diberi nafkah dari hasil “menipu orang”.

    Wassalam…
    TTD…M. KHOFIFUDDIN”

    BalasHapus